About Me
- Buku Mp3
- DICKY RAHMAN RAMADHAN : SAYA SEORANG ANAK SMK , TEPATNYA DI SMK 8 SEMARANG YANG INGIN MERAUP SUKSES DI DUNIA BLOGGER . LIST MY BLOGGER : 1.http://klik-aku-di.blogspot.com 2.http://dicky-cheat-list.blogspot.com 3.http://tips-trik-ku.blogspot.com
Entri Terbaru
Labels
- Alay (1)
- AntiVirus (3)
- Cerita Lucu (12)
- Cinta (2)
- Facebook (1)
- Film (1)
- Flashdisk (3)
- Game (5)
- Gunung Bromo Meletus (3)
- Indonesia (58)
- Informasi (79)
- Internet (7)
- Komputer (5)
- Kumpulan Cheat (110)
- Kumpulan Software (12)
- Media Pembelajaran TKJ SMK N 8 SEMARANG (13)
- Olahraga (7)
- Sholat (1)
- Teknologi (9)
- Tips n Trik (8)
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Menang Atau Kalah, Kita Harus Bangga kepada Timnas
Selasa, 28 Desember 2010Faktor sinar laser, main tandang, beban mental, dan lain sebagainya digembar-gembor menjadi penyebab kekalahan Tim Garuda. Upaya tersebut dinilai tak perlu dilakukan, mengingat para pemain sudah bermain maksimal.
Peluang Timnas Juarai Piala AFF Besar
Rabu, 22 Desember 2010
JAKARTA--MICOM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan peluang Tim Nasional Indonesia menjuarai turnamen Piala AFF 2010 sangat besar mengingat sejumlah modal yang dimiliki tim besutan Alfred Riedl tersebut.
"Modal kita lebih besar, timnas miliki banyak kelebihan, agresifitas tinggi dan sejumlah striker. Tidak setiap timnas negara lain memiliki itu," kata Presiden pada wartawan di sela acara peringatan Hari Ibu di Jakarta, Rabu (22/12).
Presiden mengatakan, meski demikian Timnas Indonesia tidak boleh memandang remeh lawan dan harus selalu memiliki cara yang jitu dalam mengalahkan lawan.
Presiden juga meminta dukungan warga Indonesia dalam mendorong keberhasilan timnas memenangi kejuaraan sepakbola tingkat ASEAN tersebut.
Meski tidak semua warga bisa masuk dan mendukung langsung timnas di Stadion Gelora Bung Karno, namun Presiden mengatakan dukungan bisa melalui acara nonton bersama dari layar lebar yang disediakan.
Timnas akan bertandang ke Kuala Lumpur pada 26 Desember untuk melawan Malaysia pada pertandingan leg pertama final dan berlaga di Stadion Gelora Bung Karno pada 29 Desember mendatang untuk pertandingan kedua.
"Modal kita lebih besar, timnas miliki banyak kelebihan, agresifitas tinggi dan sejumlah striker. Tidak setiap timnas negara lain memiliki itu," kata Presiden pada wartawan di sela acara peringatan Hari Ibu di Jakarta, Rabu (22/12).
Presiden mengatakan, meski demikian Timnas Indonesia tidak boleh memandang remeh lawan dan harus selalu memiliki cara yang jitu dalam mengalahkan lawan.
Presiden juga meminta dukungan warga Indonesia dalam mendorong keberhasilan timnas memenangi kejuaraan sepakbola tingkat ASEAN tersebut.
Meski tidak semua warga bisa masuk dan mendukung langsung timnas di Stadion Gelora Bung Karno, namun Presiden mengatakan dukungan bisa melalui acara nonton bersama dari layar lebar yang disediakan.
Timnas akan bertandang ke Kuala Lumpur pada 26 Desember untuk melawan Malaysia pada pertandingan leg pertama final dan berlaga di Stadion Gelora Bung Karno pada 29 Desember mendatang untuk pertandingan kedua.
Cedera Okto dan Firman Belum Pulih
Jelang final leg pertama kontra Malaysia, kondisi dua pemain pilar Timnas Indonesia masih diragukan. Waktu yang tersisa, dipakai buat pemulihan fisik.
Kedua pilar tersebut adalah, Oktovianus Maniani dan Firman Utina. Okto, dibekap cedera hamstring ketika menjalani laga semifinal lawan Filipina, kemarin. Sementara Firman, mengalami cedera pangkal paha sudah sejak lama.
Pada latihan tadi pagi, Okto dan Firman terlihat dipisahkan dalam latihan utama. Bahkan, Riedl melarang Okto yang sempat bergabung sebentar dengan teman-temannya di tengah lapangan.
Merespon cedera kedua pemain itu, Pelatih Timnas, Alfred Riedl menuturkan, kondisi Okto masih diragukan. Sebaliknya, Firman sudah lumayan dan bisa bergabung dalam pelatihan besok.
“Firman sudah bisa bergabung dalam latihan. Kalau Okto, saya pikir belum bisa bergabung. Keduanya kini masih dalam pemulihan dan sudah ditangani tim dokter,” ujar Riedl, usai memimpin latihan, di Lapangan Timnas C, Rabu (22/12).
“Firman dan Okto memang sengaja kami pisahkan dari latihan, lantaran kondisi mereka masih kurang baik. Saya berharap kedua pemain itu sudah pulih ketika laga kontra Malaysia,” tambah Riedl.
Kedua pilar tersebut adalah, Oktovianus Maniani dan Firman Utina. Okto, dibekap cedera hamstring ketika menjalani laga semifinal lawan Filipina, kemarin. Sementara Firman, mengalami cedera pangkal paha sudah sejak lama.
Pada latihan tadi pagi, Okto dan Firman terlihat dipisahkan dalam latihan utama. Bahkan, Riedl melarang Okto yang sempat bergabung sebentar dengan teman-temannya di tengah lapangan.
Merespon cedera kedua pemain itu, Pelatih Timnas, Alfred Riedl menuturkan, kondisi Okto masih diragukan. Sebaliknya, Firman sudah lumayan dan bisa bergabung dalam pelatihan besok.
“Firman sudah bisa bergabung dalam latihan. Kalau Okto, saya pikir belum bisa bergabung. Keduanya kini masih dalam pemulihan dan sudah ditangani tim dokter,” ujar Riedl, usai memimpin latihan, di Lapangan Timnas C, Rabu (22/12).
“Firman dan Okto memang sengaja kami pisahkan dari latihan, lantaran kondisi mereka masih kurang baik. Saya berharap kedua pemain itu sudah pulih ketika laga kontra Malaysia,” tambah Riedl.
Kondisi Kapten Timnas Indonesia Membaik
JAKARTA--MICOM: Kondisi kesehatan kapten Timnas Indonesia Firman Utina mulai membaik pascacedera yang dialami pada pertandingan semifinal pertama Piala AFF 2010 melawan Filipina.
Pemain yang saat ini memperkuat klub Sriwijaya FC mengalami cidera lutut yang cukup parah. Namun pada pertandingan semifinal kedua melawan Filipina tetap diturunkan pelatih meski harus mendapatkan suntikan pengurang rasa sakit.
"Firman sudah bisa gabung latihan dengan pemain yang lain besok, Kamis (23/12)," kata pelatih timnas Alfred Riedl usai latihan timnas di Lapangan PSSI, Jakarta, Rabu (22/12).
Menurut dia, dengan membaiknya Firman Utina maka untuk posisi pemain tengah telah komplet seperti pada pertandingan-pertandingan sebelumnya. Meski demikian, pihaknya akan terus memantau perkembangan pemain kelahiran Manado itu.
Firman Utina pada sesi latihan pagi, hanya melakukan latihan ringan bersama fisioterapis timnas Mathias Ibo. Terlihat lutut kanan mantan pemain Arema Malang itu masih dibalut dengan kinesio tape atau penarik otot.
Ditanya kondisi gelandang lincah Oktovianus Maniani, pelatih asal Austria itu belum memberikan jawaban yang pasti. Pemain asal Papua itu masih diragukan untuk bergabung dengan pemain yang lain.
"Okto masih belum bisa gabung. Tetapi saya berharap Okto bisa tampil pada partai final nanti," kata mantan pelatih timnas Laos itu.
Teman satu tim Firman Utina di klub Sriwijaya FC mengalami cidera hamstring pada pertandingan semifinal melawan Filipina. Saat ini proses penyembuhan masih berlangsung dibawah arahan fisioterapis timnas, Mathias Ibo.
Pemain yang saat ini memperkuat klub Sriwijaya FC mengalami cidera lutut yang cukup parah. Namun pada pertandingan semifinal kedua melawan Filipina tetap diturunkan pelatih meski harus mendapatkan suntikan pengurang rasa sakit.
"Firman sudah bisa gabung latihan dengan pemain yang lain besok, Kamis (23/12)," kata pelatih timnas Alfred Riedl usai latihan timnas di Lapangan PSSI, Jakarta, Rabu (22/12).
Menurut dia, dengan membaiknya Firman Utina maka untuk posisi pemain tengah telah komplet seperti pada pertandingan-pertandingan sebelumnya. Meski demikian, pihaknya akan terus memantau perkembangan pemain kelahiran Manado itu.
Firman Utina pada sesi latihan pagi, hanya melakukan latihan ringan bersama fisioterapis timnas Mathias Ibo. Terlihat lutut kanan mantan pemain Arema Malang itu masih dibalut dengan kinesio tape atau penarik otot.
Ditanya kondisi gelandang lincah Oktovianus Maniani, pelatih asal Austria itu belum memberikan jawaban yang pasti. Pemain asal Papua itu masih diragukan untuk bergabung dengan pemain yang lain.
"Okto masih belum bisa gabung. Tetapi saya berharap Okto bisa tampil pada partai final nanti," kata mantan pelatih timnas Laos itu.
Teman satu tim Firman Utina di klub Sriwijaya FC mengalami cidera hamstring pada pertandingan semifinal melawan Filipina. Saat ini proses penyembuhan masih berlangsung dibawah arahan fisioterapis timnas, Mathias Ibo.
Pemain Timnas Indonesia Diminta Jaga Emosi
Timnas Indonesia
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Asisten pelatih timnas Widodo Cahyono Putro berharap Firman Utina dan kawan-kawan bisa menjadi menjaga emosinya saat menghadapi Malaysia pada final Piala AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu (26/12). "Kuncinya pemain harus bisa menjaga emosi. Di sana (Malaysia) provokasi pemain jelas lebih keras," katanya di sela latihan timnas di Lapangan PSSI, Jakarta, Selasa (22/12).Menurut dia, Malaysia untuk memenangkan pasti akan melalukan berbagai cara. Dengan mampu memprovokasi pemain Indonesia maka akan lebih mudah bagi anak asuh Rajagopal itu untuk melakukan tekanan. Selain dari pemain, kata dia, tekanan juga datang dari ribuan suporter tuan rumah yang dipastikan akan mendukung Norshahrul Idlan Bin Talaha dan kawan-kawan dipartai puncak Piala AFF itu.
"Saya sudah empat kali berhadapan dengan Malaysia. Tekanan dari mereka memang luar biasa. Apalagi mereka bermain di kandang sendiri," kata mantan striker timnas itu.
Ia menjelaskan, pihaknya berharap semua pemain melupakan kemenangan 5-1 atas Malaysia dibabak penyisihan lalu. Malaysia yang dihadapi difinal jelas beda kondisi saat Timnas Merah Putih kalahkan. Bermain di kandang sendiri, Malaysia dipastikan akan bermain habis-habisan. Apalagi gelar juara Piala AFF 2010 belum pernah diraih. Untuk itu, mantan pelatih Persela itu mengimbau anak asuhnya bermain maksimal.
Sementara itu, kapten timnas Firman Utina mengaku, kunci untuk bisa bermain bagus saat difinal adalah menyiapkan mental. Jika mampu menyiapkan mental bertandingan yang bagus pihaknya yakin mampu memberikan yang terbaik. "Ini laga final pertama. Jadi mental harus disiapkan dengan bagus. Apalagi kita harus bertanding di kandang lawan," katanya saat dikonfirmasi.
Timnas Indonesia sesuai dengan jadwal akan berangkat ke Malaysia, Jumat (24/12) dengan menggunakan pesawat 'carter' dan bertanding dua hari berikutkannya. Sedangkan pertandingan final kedua dilakukan di Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (29/12).
Bali Dikagumi di Negeri Piramida
Senin, 06 Desember 2010
Foto-foto karya Coucla tentang Bali tersebut dipamerkan di Aula Balai Budaya KBRI Kairo. Pameran ini sebagaimana dituturkan Konselor Pensosbud Iwan Wijaya Mulyatno kepada detikcom, Minggu (5/12/2010), akan berlangsung selama sepekan sampai 11/12/2010.
Pameran dibuka oleh Wakil Menteri Kebudayaan Mesir Hossam Nassar bersama Dubes RI A.M Fachir, Sabtu (4/12/2010). Hadir pada pembukaan sekitar 300 tamu undangan, antara lain dubes negara sahabat seperti Australia, India, Thailand, Malaysia, Vietnam, para pejabat dan berbagai kalangan masyarakat Mesir.
Di hadapan para tamu undangan, Wakil Menteri Kebudayaan Mesir Hossam Nassar tak sanggup menyembunyikan kekagumannya pada Bali dan kepiawaian Coucla merekamnya.
"Karya-karya Coucla ini juga bisa menjadi jembatan bagi kedua bangsa untuk semakin mengenal kebudayaan masing-masing," ujar Nassar dalam sambutannya, seraya bertamsil a picture is silent but it tells a thousand stories (gambar itu diam, namun ia bertutur seribu kisah).
Duta Besar RI untuk Mesir A.M. Fachir menyampaikan rasa senangnya ketika Coucla pertama kali menghadap dirinya dan menyampaikan minat untuk mendokumentasikan Bali.
Hasilnya, menurut Dubes, karya fotografi Coucla tidak hanya memberikan deskripsi mengenai keindahan Bali, alamnya, tetapi juga berbagai objek pariwisatanya yang telah memikat jutaan turis mancanegara.
Lebih dari itu Coucla melalui lensa kameranya memperlihatkan apa yang sering kali terlewatkan dari esensi Bali itu sendiri, yaitu masyarakatnya dan juga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
"Bali merupakan contoh di mana budaya toleransi dan saling menghargai perbedaan tumbuh di tengah-tengah masyarakat, sebagaimana halnya dengan budaya toleransi yang berkembang di berbagai wilayah Indonesia yang mayoritas muslim," ujar Dubes.
Dubes Fachir mengibaratkan apa yang telah dilalui oleh Coucla di Bali mirip apa yang telah dilalui oleh Elizabeth Gilbert dalam bukunya, “Eat, Pray and Love”, seperti diperankan oleh Julia Roberts dalam film dengan judul sama.
"Di Bali, Coucla mendapatkan apa yang didapatkan oleh Elizabeth Gilbert, yaitu makanan yang enak, ketenangan hati dan rasa cinta," demikian Dubes.
Dubes mengajak tamu undangan mengikuti jejak perjalanan Coucla dengan menjadikan Bali sebagai tujuan utama perjalanan wisata mereka.
Lestarikan Bali
Melaui bidikan kameranya, Coucla, fotografer dokumenter wanita pertama Mesir itu bercerita mengenai kebudayaan, kesenian, serta berbagai keindahan alam Bali. Pemenang penghargaan kompetisi fotografer pada Pusat Kebudayaan El Sawy Culture Wheel Mesir (2004 dan 2006) itu juga tak melewatkan arsitektur khas Bali.
Hasrat Coucla mengabadikan Bali dalam foto dokumenter tesebut karena didorong pengetahuan dan ketertarikannya akan Bali, yang terkenal dengan The Island of Gods.
Awal Agustus 2010 Coucla terbang ke Bali. Semula dia berencana akan melakukan kegiatan fotografi selama sepekan, namun karena dia mendapati hampir semua daerah di Bali memiliki kehidupan seni budaya nan memesona, maka dia memperpanjang waktunya di Bali hingga dua pekan.
"Bali memang memiliki keindahan alam dan budaya tiada duanya, namun yang menjadikannya berbeda dengan tempat-tempat lain adalah orang-orang yang hidup di dalamnya," papar Coucla dalam sambutannya.
Coucla berharap melalui pameran fotografi ini dapat memperkuat semangat hubungan Mesir-Indonesia dan juga menjadi bentuk pelestarian kebudayaan Bali, yang sangat berharga.
Pembukaan pameran karya Coucla tersebut dimeriahkan dengan tarian Sekar Jagat dan diliput secara luas oleh berbagai media massa Mesir baik cetak maupun elektronik, antara lain Al-Ahram, Al-Akhbar, Youm Saby, dan Nile TV.
Pawai Obor Tahun Baru Islam Macetkan Jl Buncit Raya
Pawai dimulai dari Masjid Ash Shalafiyah, Jakarta Selatan, selepas salat Isya atau sekitar pukul 19.30 WIB. Peserta pawai mengenakan aneka macam busana dari seperti Sunan hingga kostum ala setan bertanduk merah.
"Rutin ini mbak setiap tahun. Lebih ramai ketimbang malam takbiran karena kalau malam tahun baru yang ikut bapak-bapak dan ibu-ibu. Kalau takbiran cuma anak-anak," tutur seorang ibu asal Lebak Bulus yang ikut menyaksikan pawai tersebut, kepada detikcom di Jl Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Senin (6/12/2010).
Pantauan detikcom, pawai ini cukup panjang. Kemacetan terjadi sejak pawai dimulai.
"Ini kalau lagi nggak hujan lebih ramai, bisa macet total," keluh ibu tersebut.
Dalam pawai tersebut, ribuan pemuda dan anak-anak menyanyikan lagu sholawat sambil memikul imitasi Ka'Bah, Janur Kuning dan membawa obor. Anehnya beberapa peserta yang lain justru memikul keranda.
Para peserta pawai juga menyalakan kembang api yang membuat malam Tahun Baru Islam itu cukup meriah walau tengah diguyur hujan gerimis. Beberapa warga yang rumahnya dilintasi pun ikut keluar untuk menyaksikan pawai tersebut. (feb/van)
Ketua Fraksi Demokrat DPR Ikut Pertarungan Calon Presidium ICMI
"Orwil (organisasi wilayah) yang mencalonkan sudah lebih dari 10," ujar Jafar ketika dihubungi wartawan, Senin (6/12/2010).
Jafar menjelaskan sudah memiliki modal lebih dari cukup untuk memenuhi syarat sebagai bakal calon Presidium ICMI. Jafar pun mengaku pencalonannya didukung oleh Partai Demokrat, walau ICMI merupakan organisasi yang bebas politik.
"Iya seperti itu. ICMI kan sebagai organisasi kecendikiawan lepas dari parpol," terang ketua Badan Pertimbangan Organisasi HKTI ini.
Menurut Jafar ada 1.200 suara yang akan memilih Presidium ICMI. Satu orang mengajukan 5 nama sebagai kandidat presidium.
"Jadi aturan main di ICMI baru bisa mencalonkan diri jika dicalonkan orwil," terang dia.
Jafar mengaku sudah memiliki pengalaman lebih dari cukup untuk duduk sebagai Presidium ICMI.
"Saya aktif sejak ICMI berdiri. Saya juga pernah menjabat sekretaris dewan pembina,"
tegas dia.
Muktamar V ICMI ini digelar di Botani Square, Bogor, Jawa Barat. Rencananya pemilihan Presidium ICMI akan digelar pukul 22.00 WIB.
Gempa 5,5 SR Goyang Maluku
Sabtu, 04 Desember 2010
Jakarta - Gempa bumi kembali menggoyang kawasan Indonesia Timur. Malam ini, gempa berkekuatan 5,5 skala ritcher menggoyang Saumlaki, Maluku.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG, gempa terjadi Sabtu (4/12/2010), pukul 19.55 WIB. Pusat gempa berada di 193 Km BaratLaut Saumlaki, koodirdinat di 6.37 LS - 130.64 BT, dengan kedalaman 109 Km.
Gempa tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG, gempa terjadi Sabtu (4/12/2010), pukul 19.55 WIB. Pusat gempa berada di 193 Km BaratLaut Saumlaki, koodirdinat di 6.37 LS - 130.64 BT, dengan kedalaman 109 Km.
Gempa tidak berpotensi tsunami.
Warga Yogya Demo Tolak Pemilihan Gubernur
Rabu, 01 Desember 2010
Yogyakarta - Ratusan warga Yogyakarta dari berbagai elemen menggelar demo menolak pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DI Yogyakarta. Mereka menuntut Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam IX ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur.
Aksi tersebut di antaranya diikuti massa dari Paguyuban Dukuh se DIY (Semar Sembogo), Paguyuban Lurah/Kepala Desa se DIY, Gerakan Semesta Rakyat Jogjakarta (Gentaraja) dan Kawula Mataram Indonesia (Komando). Aksi digelar di halaman Gedung DPRD DIY di Jl Malioboro Yogyakarta mulai pukul 12.00 WIB.
Dalam aksi mereka membawa berbagai poster dan spanduk. Tiga spanduk besar dibentangkan di teras gedung DPRD di antaranya bertuliskan 'Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Harga Mati!, Siap Berkorban Bela Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY'. Sedang poster yang dibawa peserta aksi bertuliskan 'Tanpamu Kami Bisa, Bersatu Kita Istimewa Bercerai Siapa Takut, Istimewa Atau Merdeka, Hargai Sejarah Wahai SBY, Referendum Untuk harga Diri, Ada Apa Dengan SBY, Hargai Kawula Yogyakarta'.
Koordinator aksi dari Semar Sembogo, Sukiman Hadi Wijoyo dalam orasinya mengatakan pihaknya mendatangi DPRD DIY untuk menyamakan persepsi yakni tidak ada pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Warga masyarakat Yogya akan segera menggelar sidang paripurna istimewa mengenai pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur.
"Pengisian jabatan cukup ditetapkan bukan pemilihan. Oleh karena itu pemerintah tidak perlu ada penganggaran untuk pemilihan," katanya.
Sementara itu Ketua Paguyuban Lurah se-DIY Mulyadi meminta SBY untuk mencabut yang menyatakan sistem monarki di Yogyakarta dan sistem itu bertabrakan dengan demokrasi. Sistem itu tidak ada dan tidak benar karena yang dianggap monarki itu ada di lingkungan karton saja.
"Kami menuntut statemen itu dicabut dan mengubah draf RUUK dari pemilihan menjadi penetapan. Tidak ada pemilihan baik langsng maupun lewat DPRD. Sampai kapanpun kami menolak, tidak akan terlibat dan mengakui hasil pemilihan," tegas Mulyadi.
Usai berorasi, massa meminta anggota dewan untuk ikut berorasi. Esti Wijayati dari FPDIP kemudian ikut berorasi memberikan dukungan terhadap peserta aksi. Setelah itu massa kemudian diterima oleh Ketua DPRD DIY Yoeke, Indra Laksana wakil Ketua DPRD DIY Soekedi, dan sejumlah anggota dewan di antaranya Esti Wijayati (FPDIP), Arif Noor Hartarto (FPAN) dan lain-lain. Aksi yang berlangsung secara tertib dan damai itu juga mendapatkan pengamanan dari aparat Polda DIY.
Tahun Depan, Rp 16,8 Triliun Dana BOS Mengalir ke Sekolah
Jakarta - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun depan akan segera disalurkan ke sekolah-sekolah SD dan SMP. Jumlahnya bertambah, dari Rp 15 triliunan pada tahun 2010 ini, menjadi Rp 16,8 triliun untuk tahun 2011 mendatang.
"Sekitar Rp 16,8 triliun," kata Mendiknas M Nuh usai mengikuti rapat Komite Pendidikan mengenai Desentralisasi BOS di Kantor Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Rabu (1/12/2010).
Menurut Nuh, dana BOS untuk tahun 2011 naik karena terjadi kenaikan jumlah siswa penerima. Nantinya, setiap siswa SD akan menerima bantuan Rp 387 ribu per tahun, sementara siswa SMP Rp 500 ribu.
Nuh menjamin, dana itu tidak bocor meski disalurkan secara langsung ke daerah, tidak seperti mekanisme sebelumnya yang harus melalui Kemendiknas. Pihaknya akan membentuk tim monitoring untuk melakukan pengawasan.
"Justru kita mendisain suatu sistem dan di sistem itu rawan bocor itu
kemunduran. Kami mengundang semua masyarakat, kan, dari sistem monitoring itu kelihatan berapa uang yang dikrim, berapa ke sini ke situ," tandasnya.
Sebelumnya, Nuh mengatakan, pemerintah akan mengubah mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun 2011. Setelah selama 5 tahun melalui Kemendiknas, dana BOS akan langsung disalurkan ke Kabupaten/Kota.
"Ada perbedaan. Kalau 2005-2010, dana BOS itu ada di Kementerian Diknas, setelah itu dikirim pengelolaan provinsi terus ke sekolah. Tahun 2011 dana BOS langsung dikirim ke Kabupaten/Kota dari Kementerian Keuangan," kata dia.
"Sekitar Rp 16,8 triliun," kata Mendiknas M Nuh usai mengikuti rapat Komite Pendidikan mengenai Desentralisasi BOS di Kantor Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Rabu (1/12/2010).
Menurut Nuh, dana BOS untuk tahun 2011 naik karena terjadi kenaikan jumlah siswa penerima. Nantinya, setiap siswa SD akan menerima bantuan Rp 387 ribu per tahun, sementara siswa SMP Rp 500 ribu.
Nuh menjamin, dana itu tidak bocor meski disalurkan secara langsung ke daerah, tidak seperti mekanisme sebelumnya yang harus melalui Kemendiknas. Pihaknya akan membentuk tim monitoring untuk melakukan pengawasan.
"Justru kita mendisain suatu sistem dan di sistem itu rawan bocor itu
kemunduran. Kami mengundang semua masyarakat, kan, dari sistem monitoring itu kelihatan berapa uang yang dikrim, berapa ke sini ke situ," tandasnya.
Sebelumnya, Nuh mengatakan, pemerintah akan mengubah mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun 2011. Setelah selama 5 tahun melalui Kemendiknas, dana BOS akan langsung disalurkan ke Kabupaten/Kota.
"Ada perbedaan. Kalau 2005-2010, dana BOS itu ada di Kementerian Diknas, setelah itu dikirim pengelolaan provinsi terus ke sekolah. Tahun 2011 dana BOS langsung dikirim ke Kabupaten/Kota dari Kementerian Keuangan," kata dia.
Banjir Lahar Dingin, Jalan Magelang ke Yogya dan Semarang Ditutup
Magelang - Akibat banjir lahar dingin, Jembatan Pabelan yang menghubungkan Magelang menuju Yogyakarta dan Semarang ditutup. Kemacetan pun mencapai 3,5-4 km.
Pantauan detikcom di Jembatan Pabelan, Jl Raya Magelang-Yogya Km 13, Rabu (1/12/2010) pukul 15.20 WIB, akses di jembatan itu ditutup.
Ada sekitar 100 polisi yang berjaga-jaga baik yang ke arah Magelang juga yang ke arah Yogya dan Semarang. Polisi menutup jembatan di jalan utama itu dengan bambu dan portal. Mereka juga menghalang-halangi pejalan kaki dan pengendara kendaraan bermotor untuk melintas. Arus lalu lintas dialihkan.
Hingga berita ini dilaporkan pukul 15.15 WIB, hanya pesepeda motor yang boleh melintas. Sementara pengendara mobil yang tak bisa melintas putar balik. Akibatnya, kemacetan di kedua arah pun tak terelakkan, mencapai 4 kilometer. Sementara jarak arus lahar dingin dari bibir jembatan sekitar 5-7 meter.
Sementara itu, Irul, lewat Info Anda detikcom juga menginformasikan hal serupa. "Aliran banjir lahar dingin Merapi di sungai Pabelan membuat jembatan di Tangkilan yang menghubungkan Magelang/Semarang - Muntilan/Yogya ditutup sementara. Arus lalu lintas dialihkan melalui selatan (Borobudur) dan bahkan Purworejo untuk roda empat," tulisnya.
Jembatan Jebol
Informasi yang dikumpulkan detikcom, ada 4 jembatan jebol yaitu Jembatan Sawangan, Jembatan Daleman, Jembatan Srowol dan Jembatan Gondosuli.
Jembatan Gondosuli yang memiliki lebar 5 meter dan panjang hampir 75 meter, termasuk pos PDAM yang ada di pinggiran sungai, rusak parah.
"Arus banjir lahar dingin terjadi sekitar 1 jam lalu. Saat itu kondisi sedang tidak hujan membawa material berupa batu-batu besar kemudian pasir bercampur lumpur dan puing-puing seperti kayu. Akibat hantaman batu besar dan kayu serta pasir jembatan ikut hanyut," ujar Purwanto, warga Desa Gondosuli, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Selain 4 jembatan yang jebol, lahar dingin juga mengakibatkan 3 sungai meluap, di antaranya Sungai Terising di Desa Sengi, Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang meluap; Kali Senowo, Desa Talun, Kecamatan Dukun; dan Kali Apu, yang merupakan jembatan menghubungkan Kabupaten Boyolali-Magelang.
Pantauan detikcom di Jembatan Pabelan, Jl Raya Magelang-Yogya Km 13, Rabu (1/12/2010) pukul 15.20 WIB, akses di jembatan itu ditutup.
Ada sekitar 100 polisi yang berjaga-jaga baik yang ke arah Magelang juga yang ke arah Yogya dan Semarang. Polisi menutup jembatan di jalan utama itu dengan bambu dan portal. Mereka juga menghalang-halangi pejalan kaki dan pengendara kendaraan bermotor untuk melintas. Arus lalu lintas dialihkan.
Hingga berita ini dilaporkan pukul 15.15 WIB, hanya pesepeda motor yang boleh melintas. Sementara pengendara mobil yang tak bisa melintas putar balik. Akibatnya, kemacetan di kedua arah pun tak terelakkan, mencapai 4 kilometer. Sementara jarak arus lahar dingin dari bibir jembatan sekitar 5-7 meter.
Sementara itu, Irul, lewat Info Anda detikcom juga menginformasikan hal serupa. "Aliran banjir lahar dingin Merapi di sungai Pabelan membuat jembatan di Tangkilan yang menghubungkan Magelang/Semarang - Muntilan/Yogya ditutup sementara. Arus lalu lintas dialihkan melalui selatan (Borobudur) dan bahkan Purworejo untuk roda empat," tulisnya.
Jembatan Jebol
Informasi yang dikumpulkan detikcom, ada 4 jembatan jebol yaitu Jembatan Sawangan, Jembatan Daleman, Jembatan Srowol dan Jembatan Gondosuli.
Jembatan Gondosuli yang memiliki lebar 5 meter dan panjang hampir 75 meter, termasuk pos PDAM yang ada di pinggiran sungai, rusak parah.
"Arus banjir lahar dingin terjadi sekitar 1 jam lalu. Saat itu kondisi sedang tidak hujan membawa material berupa batu-batu besar kemudian pasir bercampur lumpur dan puing-puing seperti kayu. Akibat hantaman batu besar dan kayu serta pasir jembatan ikut hanyut," ujar Purwanto, warga Desa Gondosuli, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Selain 4 jembatan yang jebol, lahar dingin juga mengakibatkan 3 sungai meluap, di antaranya Sungai Terising di Desa Sengi, Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang meluap; Kali Senowo, Desa Talun, Kecamatan Dukun; dan Kali Apu, yang merupakan jembatan menghubungkan Kabupaten Boyolali-Magelang.
Dinas PU DIY Mulai Bangun Huntara di Wilayah Merapi
Selasa, 30 November 2010
Jakarta - Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Yogyakarta telah membangun beberapa hunian sementara di beberapa wilayah lereng Merapi. Hal ini dilakukan dalam rangka relokasi para korban bencana Merapi yang sebelumnya tinggal di pengungsian untuk pindah kembali ke lingkungan sebelumnya.
Selama ini, para korban yang kehilangan harta bendanya akibat erupsi Merapi mengaku siap untuk direlokasi dan dibuatkan hunian sementara. Asalkan tidak jauh dari lingkungan rumah sebelumnya. Hal ini berarti lokasi pembangunan hunian sementara harus berdasarkan situasi dan kontur tanah yang tepat.
Untuk sementara, dinas PU kota Yogyakarta baru membangun huntara di lima titik dari target sebelumnya delapan titik.
"Untuk saat ini yang baru direkomendasi oleh pemerintah kabupaten Sleman baru lima titik saja, yang lainnya belum dapat izin", kata Kepala Dinas PU Provinsi DIY, Rani Sjamsinarsi dalam jumpa pers di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi, Jalan Kenari No 14 A, Yogyakarta, Selasa (30/11/2010).
Terkait kondisi para pengungsi yang sudah jenuh di pengungsian, rencananya pembangunan huntara ini akan selesai dalam waktu tiga minggu ke depan.
"Beberapa waktu lalu pembangunan huntara ini telah dicanangkan oleh Gubernur, dan diperkirakan tiga minggu lagi sudah selesai seluruhnya di lapangan", ungkapnya.
Dari keterangan yang disampaikan Rani, kelima wilayah yang akan dibangun huntara adalah di Dusun Plosokerep, Desa Umbulharjo (3 hektar), Gondang, Wukirsari (9 hektar), Bulaksalak, Wukirsari (2 hektar), Kuwang, Argomulyo (5 hektar) dan Ketingan, Sindumartani (0,5 hektar).
Sedangkan tiga titik yang belum dapat rekomendasi dari pemerintah Sleman diantaranya di Dusun Banjarsari, Desa Glagaharjo (10 hektar), di Desa Kepuharjo dan Sindumartani . Ketiga titik itu belum mendapatkan rekomendasi dikarenakan wilayahnya masih dalam zona rawan bencana.
"Untuk menetapkan lokasi itu adalah keputusan Pemerintah Daerah Sleman serta mendapat rekomendasi dari hasil penelitian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Jika lokasi lainnya telah ditetapkan, baru kami masuk," ujar Rani.
Hingga saaat ini, dinas PU juga telah memiliki data terkait penempatan dan pemetaan pengungsi dalam penempatan huntara.
Korban yang berasal dari Desa Umbulharjo (320 rumah rusak) akan ditempatkan di huntara yang dibangun di Dusun Plosokerep, Umbulharjo. Korban asal Kepuharjo (828 rumah rusak) ditempatkan di Gondang, Wukirsari. Kemudian korban asal Wukirsari (381 rumah rusak) di Bulaksalak dan Gondang, Wukirsari. Lalu korban asal beberapa dusun di Argomulyo (261 rumah rusak) akan menempati huntara di Dusun Kuwang, Argomulyo. Dan, korban dari Desa Sindumartani (25 rumah rusak) menempati huntara di Dusun Ketingan.
Selama ini, para korban yang kehilangan harta bendanya akibat erupsi Merapi mengaku siap untuk direlokasi dan dibuatkan hunian sementara. Asalkan tidak jauh dari lingkungan rumah sebelumnya. Hal ini berarti lokasi pembangunan hunian sementara harus berdasarkan situasi dan kontur tanah yang tepat.
Untuk sementara, dinas PU kota Yogyakarta baru membangun huntara di lima titik dari target sebelumnya delapan titik.
"Untuk saat ini yang baru direkomendasi oleh pemerintah kabupaten Sleman baru lima titik saja, yang lainnya belum dapat izin", kata Kepala Dinas PU Provinsi DIY, Rani Sjamsinarsi dalam jumpa pers di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi, Jalan Kenari No 14 A, Yogyakarta, Selasa (30/11/2010).
Terkait kondisi para pengungsi yang sudah jenuh di pengungsian, rencananya pembangunan huntara ini akan selesai dalam waktu tiga minggu ke depan.
"Beberapa waktu lalu pembangunan huntara ini telah dicanangkan oleh Gubernur, dan diperkirakan tiga minggu lagi sudah selesai seluruhnya di lapangan", ungkapnya.
Dari keterangan yang disampaikan Rani, kelima wilayah yang akan dibangun huntara adalah di Dusun Plosokerep, Desa Umbulharjo (3 hektar), Gondang, Wukirsari (9 hektar), Bulaksalak, Wukirsari (2 hektar), Kuwang, Argomulyo (5 hektar) dan Ketingan, Sindumartani (0,5 hektar).
Sedangkan tiga titik yang belum dapat rekomendasi dari pemerintah Sleman diantaranya di Dusun Banjarsari, Desa Glagaharjo (10 hektar), di Desa Kepuharjo dan Sindumartani . Ketiga titik itu belum mendapatkan rekomendasi dikarenakan wilayahnya masih dalam zona rawan bencana.
"Untuk menetapkan lokasi itu adalah keputusan Pemerintah Daerah Sleman serta mendapat rekomendasi dari hasil penelitian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Jika lokasi lainnya telah ditetapkan, baru kami masuk," ujar Rani.
Hingga saaat ini, dinas PU juga telah memiliki data terkait penempatan dan pemetaan pengungsi dalam penempatan huntara.
Korban yang berasal dari Desa Umbulharjo (320 rumah rusak) akan ditempatkan di huntara yang dibangun di Dusun Plosokerep, Umbulharjo. Korban asal Kepuharjo (828 rumah rusak) ditempatkan di Gondang, Wukirsari. Kemudian korban asal Wukirsari (381 rumah rusak) di Bulaksalak dan Gondang, Wukirsari. Lalu korban asal beberapa dusun di Argomulyo (261 rumah rusak) akan menempati huntara di Dusun Kuwang, Argomulyo. Dan, korban dari Desa Sindumartani (25 rumah rusak) menempati huntara di Dusun Ketingan.
Waspada Abu Bromo Ganggu Penerbangan, Kemenhub Keluarkan Peringatan
Sabtu, 27 November 2010
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan Ashtam, atau peringatan untuk dunia penerbangan tentang debu vulkanik akibat letusan Gunung Bromo di Jawa Timur. Bandara terdekat dengan Gunung Bromo terus dipantau.
"Biasanya begitu status Gunung Bromo awas meski belum meletus maupun telah meletus, dikeluarkan ashtam. Informasinya berupa waktu, prediksi arah angin, debu setinggi apa, dan rute jalur udara yang terdampak," kata Kepala Puskom Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan kepada detikcom, Sabtu (27/11/2010).
Dikatakan dia, informasi tersebut diperoleh dari berbagai pihak yakni direktorat vulkanologi, BMKG, dan pusat data untuk wilayah Asia Pasifik.
Ketika ditanya mengenai rencana penutupan bandara, Bambang menjawab hal tersebut tergantung kepada dampak dari debu vulkanologi karena abu vulkanik berbahaya bagi kinerja mesin pesawat.
"Kalau mengganggu jalur penerbangan dan masuk ke dalam bandara, bisa ditutup. Bandara-bandara terdekat seperti Malang, Surabaya dan Denpasar terus dipantau oleh Direktorat Navigasi dan pengelola bandara," ujar dia.
Selain itu, kata Bambang, dapat dilakukan pengalihan jalur penerbangan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengirim surat ke Kemenhub (Kementrian Perhubungan) bagian udara. Laporan itu disampaikan setelah PVMBG mendapatkan laporan jika material vulkanik yang dimuntahkan Gunung Bromo sempat mengganggu penerbangan tujuan dari/ke Bandara Abdurrahman Saleh,
"Biasanya begitu status Gunung Bromo awas meski belum meletus maupun telah meletus, dikeluarkan ashtam. Informasinya berupa waktu, prediksi arah angin, debu setinggi apa, dan rute jalur udara yang terdampak," kata Kepala Puskom Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan kepada detikcom, Sabtu (27/11/2010).
Dikatakan dia, informasi tersebut diperoleh dari berbagai pihak yakni direktorat vulkanologi, BMKG, dan pusat data untuk wilayah Asia Pasifik.
Ketika ditanya mengenai rencana penutupan bandara, Bambang menjawab hal tersebut tergantung kepada dampak dari debu vulkanologi karena abu vulkanik berbahaya bagi kinerja mesin pesawat.
"Kalau mengganggu jalur penerbangan dan masuk ke dalam bandara, bisa ditutup. Bandara-bandara terdekat seperti Malang, Surabaya dan Denpasar terus dipantau oleh Direktorat Navigasi dan pengelola bandara," ujar dia.
Selain itu, kata Bambang, dapat dilakukan pengalihan jalur penerbangan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengirim surat ke Kemenhub (Kementrian Perhubungan) bagian udara. Laporan itu disampaikan setelah PVMBG mendapatkan laporan jika material vulkanik yang dimuntahkan Gunung Bromo sempat mengganggu penerbangan tujuan dari/ke Bandara Abdurrahman Saleh,
Giliran Tenun Indonesia Dipromosikan ke Dunia
Disainer top Priyo Oktaviano, yang karya rancangannya baru-baru ini menjadi item cenderamata untuk Ibu Negara AS Michelle Obama, memamerkan 18 koleksi busana rancangannya dengan peraga seluruhnya model Ceko.
"Hadir sejumlah duta besar wanita negara sahabat, para diplomat wanita, para isteri duta besar, pengusaha wanita, enam desainer wanita terkemuka Ceko serta wartawan mode dari majalah fashion Harper�s Bazaar, Marie Claire, Cosmopolitan dan harian nasional Mlada Fronta Dnes," tutur Counsellor Pensosbudpar Azis Nurwahyudi kepada detikcom, Sabtu (27/11/2010).
Promosi kain tenun Indonesia mengetengahkan tema tenun Bali didukung Batik Solo itu telah berlangsung dalam acara Coffee Morning dan fashion show di Wisma Duta Praha, Jumat kemarin (26/11/2010).
Tuan rumah Duta Besar RI Emeria Siregar dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu cara memperkenalkan kekayaan ragam busana tradisional Indonesia.
"Selain batik, wayang, keris, dan angklung yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya nasional Indonesia, Indonesia juga memiliki warisan budaya tenun yang kini sedang digalakkan," tegas Emeria, diplomat wanita karir Kemlu, yang baru 57 hari memimpin KBRI Praha.
Lanjut Emeria, kegiatan tersebut sekaligus sebagai pembuka jalan untuk membina hubungan antara perancang mode Indonesia dengan perancang mode setempat, sekaligus mendekatkan Indonesia kepada para sahabat Indonesia di Ceko.
Disampaikan juga bahwa UNESCO telah menetapkan Indonesia akan menjadi tuan rumah Sidang ke-6 Inter-governmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Bali tahun 2011.
Sejumlah 18 busana koleksi Priyo Oktaviano diperagakan para model Ceko dalam tiga sesi. Diawali dengan peragaan koleksi mantel musim dingin berbahan kain tenun Bali, disusul busana siap pakai bermotif Batik Solo, dan diakhiri dengan gaun malam nan anggun dari tenun Bali.
Priyo menaruh harapan tinggi agar ragam tenun bisa go internasional dan menyampaikan keinginan bahwa nantinya kain tenun Nusantara bisa menjadi trendsetter di kancah dunia.
"Untuk itu semuanya harus dimulai dari diri sendiri sebagai warga negara Indonesia dengan mulai memakai dan memperkenalkan ragam busana tenun nusantara," ujar Priyo, disainer yang pernah mendalami rancang busana di Paris.
Debut Priyo di Praha ini mendapat sambutan hangat para undangan dengan ungkapan serba superlatif atas rancangan, teknik potong, dan keindahan motif tenun Indonesia.
Beberapa rancangan busananya, yang diberandol mulai Kc3000 sampai Kc40.000, langsung terjual, termasuk beberapa broche berbahan perak dan aneka batu mulia.
Selain peragaan busana di Wisma Duta Praha, Priyo Oktaviano juga akan memperagakan koleksi rancangannya di Galeri Emila Filly di kota Usti Nad Labem, Ceko, pada Senin (29/11/2010), atas permintaan universitas setempat kepada KBRI Praha.
Hujan Jumat Sore, Jakarta Macet di Mana-mana
Jumat, 26 November 2010
Jakarta - Jumat jam pulang kantor hingga malam hari menjadi momok tersendiri bagi pengguna jalan di Jakarta. Bagaimana tidak, saat itu, lalu lintas Ibukota hampir selalu macet parah. Apalagi jika ditambah hujan, seperti malam ini.
Sejumlah pembaca detikcom melalui fasilitas Info Anda melaporkan, salah satu titik kemacetan di Jakarta malam ini berada di Mega Kuningan. Eva mengatakan, Jalan Dr Satrio macet di kedua arah.
"Jalan Satrio macet parah," begitu kata Eva, Jumat (26/11/2010). Selain Eva, Ony, salah satu pemakai jalan di Jakarta juga mengatakan, lalu lintas di Kuningan 'ngadat' alias hampir tak bergerak.
"Nggak cuma Kuningan, Jalan Gatot Subroto juga macet parah," kata Ony kepada detikcom.
Sementara itu Agus Kemal, masih melalui fasilitas Info Anda mengatakan, titik kemacetan juga terjadi di daerah Mampang. "Arah Mampang macet banget," kata Agus Kemal.
Sementara daerah Jakarta Selatan yang juga macet terpantau di daerah Pakubuwono hingga Gandaria. Kendaraan di jalan-jalan tersebut padat merayap. Kemacetan juga terpantau di daerah SCBD tepatnya di depan Gedung JakTV. Kendaraan nyaris tak bergerak.
Sejumlah pembaca detikcom melalui fasilitas Info Anda melaporkan, salah satu titik kemacetan di Jakarta malam ini berada di Mega Kuningan. Eva mengatakan, Jalan Dr Satrio macet di kedua arah.
"Jalan Satrio macet parah," begitu kata Eva, Jumat (26/11/2010). Selain Eva, Ony, salah satu pemakai jalan di Jakarta juga mengatakan, lalu lintas di Kuningan 'ngadat' alias hampir tak bergerak.
"Nggak cuma Kuningan, Jalan Gatot Subroto juga macet parah," kata Ony kepada detikcom.
Sementara itu Agus Kemal, masih melalui fasilitas Info Anda mengatakan, titik kemacetan juga terjadi di daerah Mampang. "Arah Mampang macet banget," kata Agus Kemal.
Sementara daerah Jakarta Selatan yang juga macet terpantau di daerah Pakubuwono hingga Gandaria. Kendaraan di jalan-jalan tersebut padat merayap. Kemacetan juga terpantau di daerah SCBD tepatnya di depan Gedung JakTV. Kendaraan nyaris tak bergerak.
Truk Mogok di Tol Cikampek, Arah Jakarta Macet Total
Jakarta - Sebuah truk mogok di Km 19 Tol Cikampek arah Jakarta. Akibatnya, lalu lintas di sekitar Cikarang itu macet total.
"Dari Tol Cikarang menuju Jakarta macet total. Tolong petugas tol jangan diam saja," kata Rusli, pembaca detikcom lewat fasilitas Info Anda.
Berdasarkan informasi TMC Polda Metro Jaya, hingga pukul 18.20 WIB, kendaraan berbobot berat itu masih dalam penanganan untuk proses perbaikan.
Sementara itu, antrean panjang terjadi karena semakin ramainya mobil yang melintas dalam jam pulang kerja tersebut. Petugas telah berada di lokasi untuk mencairkan kepadatan.
"Dari Tol Cikarang menuju Jakarta macet total. Tolong petugas tol jangan diam saja," kata Rusli, pembaca detikcom lewat fasilitas Info Anda.
Berdasarkan informasi TMC Polda Metro Jaya, hingga pukul 18.20 WIB, kendaraan berbobot berat itu masih dalam penanganan untuk proses perbaikan.
Sementara itu, antrean panjang terjadi karena semakin ramainya mobil yang melintas dalam jam pulang kerja tersebut. Petugas telah berada di lokasi untuk mencairkan kepadatan.
Indonesia Siap Bersaing di SERP Kontes SEO bulan ini
Rabu, 24 November 2010
disini saya akan memberikan info tentang kontes itu, pertama apa keyword yang di perlomba kan !! “Indonesia Siap Bersaing di SERP” adalah keyword yang di perlombakan pada kontes SEO bulan ini.
Hadiah Kontes
- Rp. 500.000
- Rp. 300.000
- Rp. 100.000
- Domain .com 1 tahun
- Domain .com 1 tahun
- Domain .com 1 tahun
- Domain .com 1 tahun
- Domain .com 1 tahun
- Domain .com 1 tahun
- Domain .com 1 tahun
INFO
- Juri kontes: google.co.id
- Waktu kontes: dimulai tanggal 22 November 2010 sampai tanggal 22 Desember 2010
- Jika merasa anda sudah memenuhi pesyaratan untuk menjadi peserta yang verified tapi belum masuk ke dalam list Verified, silahkan kirimkan email ke kontes@danuakbar.com dengan subyek "Konfirmasi Verifikasi"
- Join ke grup FB disini. Informasi / update kontes akan di publikasikan melalui grup tersebut.
- Daftar kontes di form registrasi kontes yang sudah di sediakan di atas.
- Pemenang akan diumumkan halaman ini
- Pemenang klaim hadiah di halaman ini
- Langkah mengikuti kontes:
- Registrasi
- Verifikasi
- Membuat artikel
- Submit artikel
- Silahkan mulai berkompetisi!
Untuk syarat dan ketentuan lainnya silahkan anda baca lagi di webnya mas Danu, untuk semoga berhasil bagi blogger yang mengikuto kompetisi ini.
Salam Blogger
Seorang Pria Terjun ke Sungai Musi dari Jembatan Ampera
Minggu, 21 November 2010
Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa mengenaskan itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, Senin (22/11/2010).
"Tahu-tahu ada orang terjun dari atas. Ketika tercebur ke Sungai Musi, dia sempat muncul sejenak dan melambai-lambaikan tangan. Tapi kemudian hilang," kata Widi (40), salah satu saksi mata kepada detikcom.
Menurut Widi, saat itu dia sedang bersiap membuka kios rokoknya di bawah Jembatan Ampera, atau sekitar 30 meter dari tepi Sungai Musi. Dia dan warga lainnya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong pria itu.
"Karena masih pagi, belum banyak perahu-perahu yang lewat. Orang itu akhirnya hilang karena arus sungai memang sedang kuat. Kita kemudian melapor ke polisi," ujar Widi.
Tidak lama kemudian sejumlah anggota kepolisian datang ke lokasi kejadian dan berusaha melakukan pencarian. Namun hingga pukul 12.00 WIB, pria tersebut tidak juga ditemukan.
Turun dari Angkot
Sementara itu saksi lainnya menyebutkan pria tersebut sengaja terjun ke Sungai Musi. Sebelum melakukan aksi nekatnya, dia terlihat turun dari angkot jurusan Kertapati-Ampera.
"Dia memakai baju berwarna abu-abu dan celana panjang jeans warna biru. Setelah turun dari angkot, dia langsung naik ke pagar jembatan dan terjun ke sungai," ujar saksi mata lainnya yang enggan disebutkan namanya.
Menurut saksi itu, pria itu diduga bukan warga sekitar. Sebab tidak ada warga mau pun pedagang sekitar Jembatan Ampera yang mengenali sosok pria tersebut.
Pengamatan detikcom, saat ini proses pencarian pria tersebut telah dihentikan. Meski demikian, sejumlah warga masih terlihat berkerumun dan membicarakan peristiwa itu.
2.828 Ekor Sapi Mati Akibat Letusan Gunung Merapi
Sapi Milik Warga Merapi
"Sebanyak 2.828 ekor sapi dari seluruh wilayah kawasan Merapi mati akibat letusan Merapi tanggal 26 Oktober hingga 5 November lalu," kata Koordinator Tim Divisi Identifikasi Ternak Merapi, Prof Ida Tjahajati di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi, Jl Kenari, Yogyakarta, Senin (22/11/2010).
Ida mengatakan, dari jumlah itu, 2.394 ekor berasal dari Sleman, 357 ekor dari wilayah Jawa Tengah, 66 ekor dari Boyolali dan 11 ekor dari Magelang.
Sebanyak 10.073 ekor sapi berhasil diselamatkan dan dievakuasi. Rinciannya yaitu, sapi dari Sleman 3.321 ekor, Klaten 2.422 ekor, Magelang 3.025 ekor, dan Boyolali 1.305 ekor. Dari jumlah itu, hanya 3.783 ekor sapi yang akan dijual oleh para pemiliknya.
"Ini membuktikan masih banyak warga yang merasa hewan ternak adalah satu-satunya harta yang mereka miliki. Sapi itu hanya akan mereka jual ketika benar-benar sangat butuh uang. Kalau tidak, ya tidak dijual," tukas Koordinator tim Divisi Eksekusi dan Distribusi, Prof Ali Agus yang juga dosen Fakultas Peternakan UGM.
Menurut Ali, ada 2 rencana pemerintah setelah membeli sapi yang dijual warga, yaitu memberikan sapi itu ke pemilik sapi yang mati atau memberikannya kepada kelompok ternak yang ada di wilayah tersebut.
Sementara itu, Ida menghimbau agar para pemilik sapi yang mengungsi tidak perlu risau karena sapi yang mati pasti akan diganti pemerintah.
"Sapi yang mati pasti akan diganti pemerintah tapi perlu waktu," sebut Ida yang juga Direktur Rumah Sakit Hewan Soeparwi UGM ini.
Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan harga untuk tiap kategori ternak di kawasan zona berbahaya Merapi. Untuk kategori perah induk Rp 10 juta, dara bunting Rp 9 juta, dara tidak bunting Rp 7 juta, pedet umur 0-3 bulan Rp 2,5 juta dan pedet umur 3-6 bulan Rp 5 juta.
Langganan:
Postingan (Atom)